Jawaban Danamon di Kompas

September 28, 2007 - Leave a Response

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/28/opini/3870606.htm

Transaksi secara Sistem Berhasil

Berkaitan dengan surat di Kompas (19/9) “Dirugikan ATM Danamon” yang disampaikan Saudara Benny Chandra, kami perlu sampaikan, berdasarkan pengecekan pada sistem kami dan terhadap semua data yang berkaitan dengan permasalahan yang dikeluhkan, tercatat ada transaksi penarikan melalui mesin ATM pada 23 Januari 2007 di mesin ATM Bank Danamon Pakuwon Mall Surabaya sebesar Rp 1 juta.

Pada 23 Agustus 2007 juga terjadi transaksi di mesin ATM Bank Danamon Klampis sebesar Rp 1 juta. Kedua transaksi tersebut secara sistem telah dinyatakan berhasil, uang keluar sesuai transaksi yang dilakukan. Kami telah menjelaskan hal ini kepada nasabah, baik secara lisan maupun tulisan. Shirley Maureen Customer Care & Retention Head PT Bank Danamon Indonesia, Tbk Danamon Access Center

Soal ATM Danamon di Seputar Indonesia

September 28, 2007 - 2 Responses

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/opini/surat-pembaca-345.html

Hati-Hati dengan ATM Danamon

PADA Kamis, 23 Agustus 2007 jam 15.46 WIB, saya melakukan penarikan tunai di ATM Danamon cabang Klampis Surabaya sebesar Rp1.000.000,- tapi ternyata uang yang keluar hanya Rp950.000,- padahal rekening saya (13235189) tetap terdebet Rp1.000.000,- Saya langsung melapor ke customer service Bank Danamon cabang Klampis dan diminta mengisi laporan tertulis.

Pada Senin, 27 Agustus 2007, ketika saya minta print buku tabungan di teller Bank Danamon, tertera pengembalian uang Rp50.000,- pada tanggal 24 Agustus 2007.Namun,ketika 28 Agustus 2007 saya kembali minta cetak, uang Rp50.000,- itu telah diambil/dikredit kembali. Menurut CS Bank Danamon, hal itu terjadi karena dianggap tidak ada selisih di ATM yang bermasalah itu sehingga transaksi dinyatakan berhasil dan uang saya tidak kembali. Meskipun jumlahnya tidak banyak, namun bagaimanapun saya tetap dirugikan oleh ATM Bank Danamon.

Sebelumnya, saya juga telah mengalami kejadian buruk serupa di ATM Danamon dengan kekurangan uang yang lebih besar. Pada 23 Januari 2007, saya menarik uang tunai di ATM Danamon di Supermal Pakuwon Indah (Pakuwon Mall) Surabaya sebesar Rp1.000.000,- namun ternyata uang yang keluar hanya Rp250.000,- atau kurang Rp750.000,-. padahal isi rekening saya telah berkurang Rp1.000.0000,-.Saya langsung melapor via telepon ke Danamon Access Center. Selanjutnya, saya juga disarankan membuat ulang via telepon dan laporan tertulis di Danamon cabang Klampis Surabaya dan cabang Ngagel Surabaya.

Namun, setelah berbulan-bulan menunggu, uang saya yang ‘dimakan’ ATM Danamon itu tidak kembali, karena oleh Bank Danamon transaksi tersebut dianggap berhasil. Mengingat sering terjadi kasus uang keluar dari ATM tidak sesuai dengan nominal transaksi seperti yang dialami saya dan juga banyak nasabah lain yang dimuat di berbagai media cetak,sudah saatnya ATMATM milik bank yang ada di Tanah Air untuk diperiksa atau diaudit secara berkala oleh badan independen agar nasabah tidak selalu menjadi pihak yang dirugikan karena kesalahan mesin tersebut.

Bisa saja ATM yang digunakan adalah mesin yang sebenarnya sudah tidak layak pakai sehingga dapat merugikan nasabah. Mohon perhatian lembaga terkait. Bagi pihak nasabah yang lain, berhatihatilah dengan ATM Danamon.Saya sendiri sekarang jadi trauma dengan ATM milik Bank Danamon. Benny Chandra Jl.Pondok Dharmahusada Surabaya 60115

‘Upeti’ dari Danamonsux

September 20, 2007 - Leave a Response

image-016.jpg

Setelah kasus saya dimuat di Jawa Pos dan Kompas, tadi sore orang Danamon berkunjung dengan membawa bingkisan ‘basa-basi’. Eh, kembalikan uang saya dong!

Soal ATM Danamon di Jawa Pos

September 20, 2007 - One Response

http://jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=302821

Dirugikan ATM Danamon

KAMIS, 23 Agustus 2007, sekitar pukul 15.46, saya melakukan penarikan tunai di ATM Danamon Cabang Klampis Surabaya sebesar Rp 1 juta. Namun, uang yang keluar hanya Rp 950 ribu. Padahal, rekening saya (13235189) tetap terdebet Rp 1 juta. Saya langsung melaporkan masalah itu ke CS (customer service) Bank Danamon cabang Klampis dan diminta mengisi laporan tertulis.

Senin, 27 Agustus 2007, saya minta print buku tabungan di teller Bank Danamon. Ternyata, di buku itu tertera pengembalian uang sebesar Rp 50 ribu pada 24 Agustus 2007. Ketika 28 Agustus 2007 saya kembali minta cetak, uang sebesar Rp 50 ribu itu telah diambil kembali. Menurut CS Bank Danamon, hal itu terjadi karena dianggap tidak ada selisih di ATM yang bermasalah itu, sehingga transaksi dinyatakan berhasil. Uang saya pun tidak kembali.

Meski jumlahnya tidak banyak, namun bagaimanapun saya tetap dirugikan oleh ATM Bank Danamon. Sebelumnya, saya juga telah mengalami kejadian buruk serupa di ATM Danamon dengan kekurangan uang yang lebih besar. Pada 23 Januari 2007, saya menarik uang tunai di ATM Danamon di Supermal Pakuwon Indah (Pakuwon Mall) Surabaya sebesar Rp 1 juta. Namun, uang yang keluar hanya Rp 250 ribu atau kurang Rp 750 ribu. Padahal, isi rekening saya telah berkurang Rp 1 juta. Saya langsung melapor via telepon ke Danamon Access Center. Selanjutnya, saya juga disarankan membuat laporan tertulis di Danamon Cabang Klampis Surabaya dan Cabang Ngagel Surabaya. Namun, setelah berbulan-bulan menunggu, uang saya yang “dimakan” ATM Danamon itu tidak kembali. Alasannya, transaksi tersebut dianggap berhasil.

Mengingat sering terjadi kasus uang keluar dari ATM tidak sesuai nominal transaksi seperti yang telah termuat di berbagai media cetak, sudah saatnya ATM-ATM milik bank di Tanah Air untuk diperiksa atau diaudit secara berkala oleh badan independen agar nasabah tidak selalu menjadi pihak yang dirugikan. Bisa saja ATM yang digunakan adalah mesin yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Mohon perhatian lembaga terkait.
BENNY CHANDRA, Jl. Pondok Dharmahusada, Surabaya 60115.

Soal ATM Danamon di Kompas

September 20, 2007 - One Response

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/19/opini/3854463.htm

Dirugikan ATM Danamon

Tanggal 23 Agustus 2007 pukul 15.46 WIB saya menarik uang tunai di ATM Danamon Cabang Klampis, Surabaya, sebesar Rp 1 juta, tetapi ternyata uang yang keluar hanya Rp 950.000. Padahal, rekening saya (nomor 13235189) tetap terdebet Rp 1 juta. Saya langsung melapor ke customer service Bank Danamon Cabang Klampis dan saya diminta mengisi laporan tertulis.

Tanggal 27 Agustus 2007, ketika saya minta print buku tabungan di teller Bank Danamon, tertera pengembalian uang Rp 50.000 pada tanggal 24 Agustus 2007. Namun, ketika 28 Agustus 2007 saya kembali minta cetak, uang Rp 50.000 itu telah diambil/dikredit kembali. Menurut customer service Bank Danamon, hal itu terjadi karena dianggap tidak ada selisih di ATM yang bermasalah itu sehingga transaksi dinyatakan berhasil dan uang saya tidak kembali. Meski jumlahnya tidak banyak, bagaimanapun saya tetap dirugikan oleh ATM Bank Danamon.

Sebelumnya saya juga mengalami kejadian buruk serupa di ATM Danamon dengan kekurangan uang yang lebih besar. Pada 23 Januari 2007 saya menarik uang tunai di ATM Danamon di Supermall Pakuwon Indah (Pakuwon Mall) Surabaya sebesar Rp 1 juta, tetapi uang yang keluar hanya Rp 250.000 atau kurang Rp 750.000, padahal isi rekening saya telah berkurang Rp 1 juta.

Saya langsung melapor via telepon ke Danamon Access Center. Selanjutnya saya disarankan membuat laporan tertulis di Danamon Cabang Klampis dan Cabang Ngagel, Surabaya. Namun, setelah berbulan-bulan menunggu, uang saya yang “dimakan” ATM Danamon itu tidak kembali karena oleh pihak Bank Danamon transaksi tersebut dianggap berhasil. Saya trauma dengan ATM milik Bank Danamon. Benny Chandra Pondok Dharmahusada 535, Surabaya

Judul, Jam, dan Penulis Beda tapi Isi Berita Sama

July 14, 2007 - Leave a Response

Coba bandingkan ini:

Sejumlah Band Asing Bakal Warnai ‘Soundrenalin 2007′
Kamis, 12 Juli 2007 07:10
http://www.kapanlagi.com/h/0000181044.html
(*/boo)

Sejumlah Band Asing Ramaikan Soundrenaline 2007
Kamis, 12 Juli 2007 09:44
http://www.kapanlagi.com/h/0000181060.html
(*/erl)

KapanLagi.com, Kamis, 12 Juli 2007.

Dihukum vs Dibawa ke Jalur Hukum

June 30, 2007 - Leave a Response

Glenn Fredly: Penjiplak Harus Dihukum
Pebriansyah Ariefana – detikHot

Jakarta, Single ‘I Love You’ Dewi Sandra terdengar mirip lagu seorang penyanyi Jepang. Suami Dewi, Glen Fredly angkat bicara seputar orang-orang yang suka menjiplak. “Kalau sama persis, langsung aja dibawa ke jalur hukum.”

Detikcom/detikHot, Rabu, 27/06/2007 09:48 WIB

Dalam artikel itu Glenn hanya berkomentar “dibawa ke jalur hukum”, tapi kenapa judulnya jadi “penjiplak harus dihukum”? Bukannya pengertian “dibawa ke jalur hukum” jelas berbeda dengan “dihukum”? Hmm…

di lapang

June 26, 2007 - Leave a Response

Kapolri: Teroris Lakukan Perlawanan di Lapang

Jakarta – Membekuk gembong terorisme tak ubahnya menyosong maut. Aksi baku tembak, perkelahian tangan kosong hingga pelemparan bom hampir pasti terjadi dalam setiap aksi penggrebekan polisi.

“Mereka sangat berbahaya. Mereka memang melakukan perlawanan di lapangan,” kata Kapolri Jendral Pol Sutanto di Kantor Presiden, Jakarta (25/6/2007).

Detikcom, 25/06/2007 21:06 WIB.

kertajaya

June 26, 2007 - Leave a Response

Positive Business Ideas, begitu dia awali setiap acara Smart Business Talk di Radio Smart FM. “James Gwee selalu kaya dengan ide yang praktis dan mudah dijalankan,” komentar Hermawan Kertajaya, pakar marketing dari Surabaya. “Buku ini memang sederhana, tetapi tips-tips yang disampaikan James Gwee sangat aplikatif,” tulis Andrie Wongso, motivator laris dengan semboyan success is my right.

Buku berukuran saku, Positive Business Ideas (193 halaman), terbitan Gramedia yang dikomentari Hermawan Kertajaya dan Andrie Wongso hanya jendela kecil…

KOMPAS, Senin, 25 Juni 2007.

Nama yang dimaksud mungkin adalah Hermawan Kartajaya.

Referensi: http://hermawan.typepad.com/about.html

Belum Ada Ide

June 3, 2007 - Leave a Response

Ya, saya belum ada ide untuk menulis posting baru di sini…